Saturday, August 17, 2013

You may believe that God gives what you need not what you want.

But have you realized that God also gives what you want to show you it's not what you need?

And have you realized that God doesn't give something you want the most, yet He gives it when you least expect it?

Friday, May 10, 2013

Liburan kelas : Day 2

Akhirnya kekumpul juga mood buat ngelanjutin cerita pertama. Oke, jadi malam pertama kuhabiskan dengan tidur yang nyenyak bersama Salsa. Sempat terbangun buat sholat malam sebentar dan sholat subuh, perjalanan menuju alam mimpi aku lanjutkan sampai sekitar jam 8. Sempet sih, sekitar jam 6 apa jam 7 gitu, mau diajak anak-anak perempuan buat ke minimart sambil cari angin segar, tapi emang dasarnya sleepyhead, aku keukeuh ingin melanjutkan tidur. Kemudian aku terbangun gara-gara Bila dengan baik hatinya membelikan Buavita Smoothies ,sekembalinya dari minimart, yang aku idam-idamkan padahal aku belum bilang mau nitip :') Setelah itu beberapa anak yang sudah terbangun melanjutkan sarapan pagi yang menyenangkan itu.

Setelah itu, sambil menunggu jadwal check out , Bila akhirnya ngajak aku buat ngelanjutin film horor Thailand kemarin. Daripada bosan, kami mencoba memahami lebih keras maksud dari film tersebut. Ternyata, sedikit demi sedikit banyak anak yang akhirnya bergabung dari kami.

Lagi-lagi kami dipusingkan sama subtitle yang amburadul yang menyebabkan kita tertawa. Karena banyak adegan yang mengagetkan serta wajah menyeramkan, kami akhirnya melepaskan teriakan juga -_- Setelah film thailand selesai diputar, kami akhirnya melanjutkan kembali menonton In Their Skin yang sempat tertunda penayangannya. Bukan film horor sih, melainkan menjurus ke genre thriller dan psikopat. Hanya saja, bak film indonesia, film ini pun disuguhi adegan yang not suitable for underage kids (padahal udah punya KTP semua ._.)

Berbagai macam ekspresi yang mencuat dari wajah-wajah ini saat film thailand diputar
Daaaaan, akhirnya acara nonton-nonton film pun berakhir. Kami pun membubarkan diri untuk berkemas dan pindah ke villa selanjutnya. Sebenarnya sudah diingatkan untuk bersiap-siap meninggalkan villa pada jam 11. Nyatanya, semuanya baru siap saat penyewa villa selanjutnya datang. Anak-anak pun ribut sampai-sampai ada yang melupakan 'dalaman' yang masih belum diangkat..............................

Sebelum masuk ke dalam villa ke 2, lagi-lagi kami harus menunggu di 'lobi' sampai sekitar jam 2. Setelah kami diijinkan masuk ke dalam villa nya, aku sama Bila langsung jalan cepat biar bisa book kamar :)) dan setelah menginjakkan kaki ke dalam villa baru.....

Wussss, semacam ada sensasi odd  memancar dari perabot-perabot kayu antik di dalamnya. Villa itu cukup besar dan memiliki langit-langit tinggi namun terkesan kecil karena banyak sekali dinding pembatas dan perabot-perabot yang besar menyebabkan kesan sempit di villa ini. Belum lagi kamar tidur yang hanya tersedia 7 ruang dan 1 ruang cuma berisi 1 tempat tidur saja. Melihat 'keunikan' villa ini menyebabkan Bila minta ditemenin pipis kalo mau ke kamar mandi ._.

Akhirnya, sambil menunggu untuk games  selanjutnya, aku dan Bila main jungkat-jungkit (lagi) yang ada di halaman villa itu. Setelah beberapa menit main, kami akhirnya memutuskan untuk kembali. Nah, pas mau turun dari jungkat-jungkitnya, Bila mendengar suara kayak "Haaah". Dia pikir itu dari aku, padahal juga bukan. Tetap saja, aku meyakinkan Bila itu cuma halusinasinya aja.

Di halaman itu, kami akhirnya mengambil beberapa jepretan sambil mengisi waktu luang ~

unyu yah ~


Waktu games pun tiba, sebagian dari kami pergi duluan ke arena kolam renang umum yang untungnya tidak ada pengguna lain selain kami. Sambil menunggu, oknum-oknum nakal menjahili Salsa karena pada hari pertama Salsa tidak ikut menyeburkan diri ke kolam renang. Setelah itu, tibalah waktuku.........

Karena belum tau dalam dangkalnya kolam renang besar, aku akhirnya meminta untuk menyeburkan diri ke kolam renang anak-anak. Dengan setengah digeret, akhirnya aku pasrah menerima nasibku untuk berbasah sekaligus berdingin ria.
ekspresi meronta cantik (kanan)

epic

DAAAAAN BYUUUUUURRRR! JILBABKU LEPAS PEMIRSA!!! Bayangkan ! Rasanya seperti Mr. Bean kehilangan celana renang pas terjun :''''''''' akhirnya Salsa pun terjun buat ngambilin jilbabku yang terapung...

Duh, rasanya sedih campur sebal campur menggigil campur kebelet pipis jadi satu. Tapi ya, mau gimana lagi sih. Setelah tiba waktu sesungguhnya untuk bermain games, Dinda membacakan tata aturan main. Jadi, kami berbaris mengelilingi kolam dan berhitung secara urut dan satu per satu. Nanti, untuk setiap kelipatan tertentu dan yang mendapat giliran membacakan kelipatan tersebut berteriak "Boom!".  Jadi untuk kelipatan 3, misalnya, maka orang pertama bilang satu, orang kedua bilang dua, dan orang ketiga harus berteriak Boom! dan seterusnya. Bagi yang salah menyebutkan urutan angka atau tidak berteriak Boom! saat dia kebagian membacakan kelipatan dari angka yang diminta, hukumannya adalah diceburin ~

Meskipun terlihat simpel, satu persatu peserta pun akhirnya gugur ~
bergaya bak saat penjurian swimsuit session

ini juga epic

Trysa.... sangat natural

Jatuhnya unyu, boleh boleh....

..............


Permainan ini pun dimenangkan oleh Bila! Selanjutnya adalah mencari koin yang disebar secara tersembunyi. Tidak seberapa mudah mencari koin, mengingat kolam renangnya tidak terlalu bersih dan sempat heboh karena ada ulat bulu yang ikutan berenang.

Karena gak kuat kebelet pipis, akhirnya aku dan Bila kembali ke villa mendahului yang lain. Lagi-lagi kami akhirnya mandi bersama (well, di villa cuma ada aku, Bila, dan Fathir yang sedang sakit). Kami juga saling membelakangi dan mandi bergantian.

Setelah mandi, kehebohan pun dimulai. Mulai dari Chika yang mendengar seseorang dari kamar mandi padahal gak ada siapa-siapa. Setelah itu, pada saat lagi khusyuk baca novel sama Bila di ayunan, tiba-tiba listrik mati. Pocca yang lagi main bilyar (fyi, bilyar dan ayunannya di luar, tepatnya sebelum pintu masuk villa) langsung bilang, "Alhamdulillah yo, kita di luar...". Untungnya kejadian itu cuma bertahan semenit.

Kehebohan masih berlanjut, setelah Niko dan Yance mandi, mereka hebring nanyain anak satu persatu, barangkali ada yang iseng ngelempar koin di kamar mandi. Hampir semua anak menjawab tidak tahu. Desas-desus keganjilan villa pun menyeruak ~

Pada saat jam sembilan malam lebih, kami memulai sesi curhat. Satu persatu menurut absen dan kelas (karena kita gabungan dari IPS1 dan IPS 2 :)) mencurahkan kesan dan pesannya. Ilmi pun akhirnya menitikkan air matanya saking terharu. Semuanya mengaminin pesan-pesan kami yang intinya sama: kita harus sukses bareng-bareng dan tetap mengingat satu sama yang lain. Sesi ini juga di warnai acara blak-blakan. Namun, inti dari blak-blakan ini tidak untuk menjatuhkan, namun sebagai bahan untuk introspeksi diri juga. Sekitar jam 1 pagi, kami pun membubarkan diri dan bersiap-siap untuk tidur atau menonton bola.

Karena disaat seperti ini aku lebih suka tidur di keramaian, aku akhirnya mengambil bantal dan booked sofa depan TV karena banyak yang mau nonton bola di situ. Sambil nunggu dimulainya acara, Niko sama Yance melontarkan tebak-tebakan aneh dan gila. Beberapa tebakan yang paling aku inget antara lain ini:

Yance: Ada kaki seribu. Pas jalan, mau belok ke kanan. Kakinya tinggal berapa?
Aku: (mikir keras, akhirnya ngawur juga sih) lima ratus?
Niko: Salah, tinggal 999, soalnya yang satu buat rating

Ada lagi yang gini:

Niko: Ada kaki seribu. Mau jalan, eh ada tai. Kakinya tinggal berapa?
Aku: (gatau kenapa akhirnya jawab ini juga) lima ratus...
Niko: Mesti 500. Ya 999 lah, kan satunya buat nutupin hidung biar ga bau
Aku: Lah ya, kan kakinya 500 kanan, 500 kiri, terus yang kanan diangkat semua pas mau ngelewati tainya
(kemudian ditertawai orang seruangan -_-)

Ada juga tebakan kayak gini:

Niko: Makanan apa yang paling besar?
(banyak jawab salah)
Niko: Tahu goreng Sumedang !

Terus setelah diselingi beberapa tebakan, Niko nanya lagi, "Panci apa yang besar?" setelah gak ada yang bisa jawab, dia bilang "Panci buat nggoreng tahu Sumedang!" terus akhirnya dilanjutin pertanyaan gak penting lainnya, "Petis apa yang besar? Petis buat tahu goreng sumedang :))" Semuanya ketawa ngakak gak berhenti , kalo ditulis kayak gini sih gak terdengar lucu, tapi kalo liat orangnya ngomong langsung lucu pol :))))

Setelah capek ketawa-ketawa, akhirnya semuanya fokus sama pertandingan bola. Karena dasarnya aku gak tertarik sepak bola walapun aku tau-tau dikit perkembangan tim ini atau tim anu gara-gara keseringan liat tweet bola di timeline twitter, aku pun melanjutkan membaca novel sampai tertidur........

Besoknya, aku kebangun gara-gara denger alarm yang dipasang sama seseorang. Begitu aku liat jam tangan yang aku pakai sambil tidur, jam 5! Aku langsung bangunin beberapa anak sehabis wudhu, karena semuanya hampir belum ada yang bangun. Setelah sholat subuh, aku kembali ke sofa sambil nonton TV. Sekitar jam 8an, aku mandi dan bersiap-siap untuk membeli buavita smoothies lagi dan susu KUD bersama Bila dan Adhi.

Perjalanan menyenangkan di villa ini pun diakhiri oleh foto bersama di depan villa dan di bus, kebanyakan kami tertidur kembali. Suasana mulai ricuh saat semuanya bangun dan kelaparan, mengais-ngais snack yang tersisa, hingga akhirnya kami singgah di rest area  buat beli makan. Walaupun sudah makan siang di villa, tapi masih saja belum cukup mengisi penuh perut kami.

Udah, sekian dulu cerita liburan kali ini. Mau cerita lagi nih, tapi gak banyak-banyak tentang farewell dinner nya Rosemary, alias 12 IPS bersatu ~

Gros bisous xx



Wednesday, May 1, 2013

Liburan Kelas : Day 1



Yay! Akhirnya punya mood juga buat nulis ~ Jadi, sekarang aku mau cerita tentang liburan kelas minggu lalu, tepatnya tanggal 21 sampai 23 April, tepat 2 hari setelah UN. Emang sih, berasa libur 2 hari di rumah, besoknya sudah kelayapan ke luar kota. Well, semakin cepat, semakin baik, karena jika diundur-undur, kami tidak bisa berpergian dengan pasukan yang lengkap (meskipun pada akhirnya ada yang berhalangan hadir :( ) . Karena akan ada dimana hari-hari kami sibuk dengan liburan bersama keluarga, atau mengikuti intensif persiapan SBM PTN , bisa dibilang pada tanggal-tanggal segitulah yang paling pas untuk berlibur bersama.

H-1, semuanya sudah excited dan tidak sabar untuk liburan. Semua saling mengingatkan "Besok datang jam 6 pagi. Telat, tinggal!" Eh ternyata bis nya baru berangkat jam 8 -_- tau gitu berangkat dari rumah jam 7, karena jarak antar sekolah dan rumahku sangat dekat (iya, kami berkumpul di sekolah dulu).

Di bis, sempat ketiduran, sehingga perjalanan Surabaya - Batu selama kurang lebih 3.5 jam gak kerasa. Pertama kita harus menunggu selama 20 menit dulu di dekat alun-alun, agar bisa bertemu dengan orang yang akan menunjukkan daerah villa yang akan kami tempati. Sesampainya, kita masih harus nunggu villa untuk dibersihkan terlebih dahulu. Sambil menunggu, kita ramai-ramai memesan bakso yang memang pas untuk udara sedingin Batu. Hanya saja, karena kami dasarnya anak IPS semua, kami merasa baksonya kelewat mahal dibandingkan dengan bakso yang dijual di Surabaya. Menurut prinsip ekonomi, karena tidak ada pesaing alias penjual makanan hangat di situ selain bakso si bapak ini, wajarlah harganya dipatok tinggi --"

Setelah kita diperbolehkan masuk, kita langsung excited banget sama kondisi villa nya. Bener-bener modern, besar (karena kami berangkat ber 35 orang) dan homey banget. Segala fasilitas yang tersedia lengkap untuk membuat kami betah berlama-lama di sana (kami sudah bosan sama theme park dan objek wisata lainnya di sana, jadi kami akan menghabiskan liburan dengan bersantai di villa). Setelah kami menaruh tas, kami bergantai pakaian santai. Awalnya beberapa anak laki-laki mencoba bermain tenis meja dan bilyar, sedangkan anak perempuan beramai-ramai mengambil foto sambil melaksanakan rencana jahat untuk mendorong Ilmi , yang mana merayakan ultahnya 2 hari sebelumnya, ke kolam renang. Rencana tersebut memang berhasil, dan akhirnya memicu dorong-dorongan untuk menyeburkan teman lainnya ke kolam renang.

Karena aku pikir persediaan celana panjang yang terbatas, aku langsung mengasingkan diri dengan bermain jungkat-jungkit di taman sebelah kolam renang bersama Pocca. Menjelang sore, kami semua berkumpul di taman untuk memulai games. Games pertama adalah mengambil koin dengan mulut, satu kelompok ada 2 orang. Koinnya pun direndam dalam tepung. Rasa tepung yang lumer di mulut terasa aneh dan hambar -_- Lalu di games kedua yakni membentuk kelompok beranggotakan 5 orang berbaris memanjang ke belakang. Orang pertama harus menyalurkan  satu atau dua genggam tepung ke orang di belakangnya, dan begitu seterusnya. Hanya saja, saat menyalurkan, badan dan kepala harus lurus ke depan. Kelompok yang bisa menyalurkan tepung lebih banyaklah pemenangnya.

Cho terlihat serius dan... bersih :|



Ini gueh. Cool abis.

Imin sedang mencoba, bung

The winner ~


Setelah berterpung-tepung ria, aku tetep setia sama yang namanya jungkat-jungkit


Sedangkan sebagian anak laki-lakinya, ada yang melanjutkan bermain tenis dan bilyar, ada juga yang berenang dan membuat gaya se epic mungkin seperti


Empat Serangkai
Setelah capek, kami pun mandi (kecuali aku sih ._.). Aku langsung ngeloyor ke depan TV dan terpaksa menonton Little Miss Indonesia (Go, Talitha!) sambil menunggu yang lain mengantre kamar mandi (karena kebanyakan kamar mandinya berada di dalam kamar tidur). Selepas sholat maghrib, kami melanjutkan acara dengan makan malam dan kembali menonton TV. Ada juga yang melanjutkan permainan tenis meja dan bilyar, ada pula yang melaksanakan kegiatan lain seperti

Ney dan Yance, cihuy ~

Bakar-bakar jagung :9

Makan jagung bakar sambil nonton film horor (itu gueh)


Nah, foto yang di atas itu menggambarkan suasana kita lagi nonton film horor thailand yang aneh, membingungkan, dan gak jelas. Mana subtitle nya gak beres. Akhirnya kita beralih ke film In Their Skin, karena gak menarik pada awalnya, kami akhirnya ganti dengan menonton The Expendables. Karena Bila gak kuat dan ingin tidur, akhirnya aku menemani Bila tidur dengan nyenyak dan tentram di kamar ~


Ada apa dengan hari kedua? Mengapa semua anak merasakan hawa negatif di villa kedua? Peristiwa menegangkan apa yang terjadi di sana? Mengapa kolam renang umum untuk villa tersebut kotor? Apa yang menyebabkan Aurel Hermansyah putus sama si doi ? (oke ini jayus) . Nantikan ceritaku selanjutnya ya~

Gros Bisous xx

Saturday, April 27, 2013

Post-UN breaks ~

Akhirnya ! Ujian Nasional alias UN (juga dikenal sebagai Ujian gagal Nasional) selesai ! *lap keringat*
Meskipun, jujur sih, kurang suka dengan konsep ujian nasional dimana semua kemampuan anak-anak dipukul rata oleh ujian yang dinilai oleh pemerintah, bukan sekolah. Padahal sekolah itu sendiri yang mengetahui bagaimana kemampuan anak-anak sebenarnya. Belum lagi faktor x lainnya yang memepengaruhi nilai UN seseorang.

Nevermind, sekarang waktunya 'sedikit' nyantai sebelum menghadapi pengumuman UN dan SNMPTN *jengjeng* karena itu untuk merayakannya, semua buku yang sudah terbeli dan tertimbun sebelum UN, resmi dan halal untuk dibaca

And i was like

Namun, masalah masih belum berhenti sampai disitu. Lagi-lagi penyakit malas menghalangi niat untuk melanjutkan resolusi tahun ini, yakni bikin review untuk setiap buku yang dibaca dalam rangka menyelesaikan reading challenge tahun ini (liat di post sebelumnya). Jadi, besar kemungkinan bakalan ngasih review sesuai mood dan tidak lengkap 30 reviews (orang macam apa kau ini).




Yap, salah satu kegiatan mengisi libur UN adalah mengikuti bookclub yang diadakan oleh BookClubID dan buku yang akan dibahas adalah Warm Bodies oleh Isaac Marion.

 Dan tentu saja, kegiatan lain yang bisa dilakukan, fangirling over these boys




Sebenarnya pengen banget nge post cerita liburan kelas,hanya saja, fotonya belum ada (dan lagi-lagi tergantung mood) . Kemungkinan akan di post bulan depan ~ 

Gros bisous xx

Sunday, February 3, 2013

Books wish-list : updated.

Maunya sih, ngelanjutin review  yang terbengkalai (padahal sudah janji bakalan bikin review TFiOS). Cuma lagi gak ada mood dan aku sendiri gak suka liat recent post tentang balada hujan lebat melulu, baiklah, aku akan menulis buku yang ada di wish-list yang nemplok di Goodreads -ku sekarang. Sapa tau setelah baca post ini langsung tergerak hatinya buat beliin aku salah satu dari buku-buku ini :p *ngarep

1. Clockwork Angel (The Infernal Devices #1)


Aku tau buku ini gara-gara browsing sinopsis The Mortal Instrument Series. Jadi buku ini semacam prequel-nya TMI. Tapi TID ini terbit setelah TMI Jadinya aku bingung, harus baca/beli yang mana dulu, TMI apa TID yang sama-sama belum aku beli ._.


2. Hush, Hush (Hush, Hush #1)

Nah, kalo yang ini, gara-gara aku lihat posting blogger buku yang aku lupa namanya (maafkan ya, kebanyakan blogwalking sih!) Tapi, si empunya blogger ini gak bikin review tentang bukunya, melainkan memasukkan si main guy character sebagai salah satu cowok fiksional ideal. Eits, jangan salah sangka kalo aku mau baca buku bedasarkan cerita orang-orang saja. Aku juga suka lihat sinopsisnya dulu sebelum beli di Goodreads atau Wikipedia ~ 

3. Matched (Matched #1)

Yang ini juga gara-gara habis lihat blog sama foto-foto bookshelves orang di Instagram :)) Rata-rata mereka udah punya triloginya full. Setelah lihat sinopsisnya di Wikipedia, ternyata buku ini ber-genre dystopian xD  Aku emang lagi cinta-cintanya sama genre ini :p

4. Uncommon Crimininals ( Heist Society #2)

Aku sudah baca Heist Society yang pertama dan berharap bisa baca buku keduanya. Mungkin aku bakalan baca versi bahasa Indonesianya, karena buku yang pertama aku beli versi sudah terjemahan. Biar kalo disusun di rak buku keliatannya bagus, gak njomplang antara versi bahasa Indonesia dengan bahasa Inggrisnya *modus biar lebih hemat duit :p*

Kalo kayak gini sih, harus kebih nge-joss nabungnya. Gak papa, itung-itung bisa diet sekalian !

Gros bisous xx

Sunday, January 27, 2013

Balada Hujan Lebat

Jadi ceritanya, kemarin, tanggal 26 Januari 2013, seorang gadis kecil yang cantik nan rupawan meskipun sudah berumur 17 tahun sedang bersiap-siap untuk berangkat les. Yakni diriku *cuih* *ngeludah mutiara*

Karena awalnya mama sama adik mau ke Grand City yang bisa dibilang jaraknya dekat banget dan searah ke tempat les ku, akhirnya papa nganterin aku les sekalian barengan nganterin adikku sama mama. Waktu aku masuk ke mobil, hawa panas langsung menyerbu.

Buset.... Ini mobil apa microwave? Benar-benar rasanya terpanggang dibandingkan dengan hawa di luar mobil, meskipun sinar mataharinya emang nyengat banget. "Ini sih, namanya oven berjalan!" kata mama.

Akhirnya aku sampai ke tempat les dan buru-buru masuk karena hawa di luar benar-benar berasa seperti neraka bocor dan tumpah ke Surabaya.

Dari awal, Ihda, temen les ku ngajak aku dan anak-anak kelas kami buat makan di Aiola, tempat kongkow dari anak sekolah komplek sampai yang sekolahnya di deket jembatan suramadu, dari tua sampai yang muda. Aku langsung pesen aja es pisang ijo yang emang salah satu minuman favoritku di situ. Sebenarnya aku sadar di hawa panas gini minum es emang benar-benar surga tapi ngundang penyakit, yakni alergi dingin. Bodo ah, jangan sampe sebelum sampai tempat les yang tinggal jalan kaki dari Aiola, aku mendadak dehidrasi dan menjadi kering kerontang di tengah jalan.

Terus, apa hubungannya sama Balada Hujan Lebat? Ya cerita ini dimulai saat istirahat di tengah-tengah les, aku, Riri, sama Intan gak ikut anak-anak lain jajan di MZ, tempat jajan dan café di sebelah Aiola.
Kita bertiga mengutamakan sholat terlebih dahulu *tsaaaaaahh . Bisa aja sih, setelah kita sholat kita nyusul anak-anak jajan, tapi biasanya kita nunggu di dalem kelas sambil nunggu mereka balik.

Tidak ada yang tahu ternyata keputusan kami tinggal di kelas ini menjadikan kami sebagai superhero.

Setelah ada 2 anak lain dari kelas kami yang masuk, total anak di kelas pada saat itu 6. Sedangkan 8 anak lainnya masih jajan. Dan.....


Tukk..tukk.tuk.... DAKKKK DAKKK DAKKKKKK.... BRUUUUUSSSSSS....

Hujan deres gak pakai spasi langsung nyiram daerah tempat les kita dan mungkin daerah lain di Surabaya. Belum lagi pakai angin yang bikin berasa diterpa badai.

Aku sama Riri langsung sontak teriak bersamaan dan melotot horor, "Anak-anak gimana?" "Pentolku gimana?" Sumpih ya Riri ini masih sempet aja mikirin pentol.

"Mana si Ihda gak bawa hape lagi," kata Riri.
"Eh, sumpah? Gaby?"
"Gaby juga."

Tidak lama kemudian, Riri dapet sms dari Grace, temen les kami juga.

"Kata Grace, 'Heee, yaapa iki'"

"Yah kasian ya," aku menggumam. Sebenarnya pikiranku lebih terfokus sama dompetku yang aku titipkan di Gaby hehe......
 

Karena aku kepikiran terus, tahu-tahu aku ngomong ke Riri, "Ri, ya apa kalo kita jemput mereka?"

"Pake apaan?"
"Pake payung. Mungkin GO (tempat les kita) punya..."
"Yawes, saiki ta?"
"Ntar aja gimana? sekarang jam berapa sih?"
"Jam empat kurang"
"Yaudah, kalo mereka belum balik, jam empat kita jemput ya"

Tentor kami masuk dan kaget karena banyak tas dan buku kececeran namun si empunya gak ada.

"Loh, pada kemana semua ini?" tanya mbak Luli, tentor kita.
"Masih kejebak hujan mbak..."
"Oh, ya sudah ini materinya mau ta tulis dulu apa diterangin?"
"Tulis dulu aja mbak, banyak anak-anak belum balik."

Setelah jam empat lewat, "Ri, sekarang tah? apa nunggu 5 menit lagi?" "5 menit lagi aja deh."

Setelah 7 menit lewat, "Wes sa, ayo berangkat sekarang aja ya."

Akhirnya kami pamitan sama mbak Luli dan langsung kedepan. Untung GO  punya beberapa payung. Kita minta 2 payung ke satpamnya.

Sebelum pergi, pak satpam ngingetin aku, "Itu sepatunya gak dicopot aja tah? Eman, sepatu kain"

Aku cuma ngeliatin sneakers ku , melihat sekilas jalanan di depan, lalu menggeleng "Gak usah pak. Keliatannya gak banjir."

Dengan modal nekat, kita menembus hujan angin yang sebenarnya payung gak menjamin kita bakalan tetap 'kering'.

Dari GO, kita cukup berjalan di trotoar miring sebelah kiri lalu menyebrang, begitu melihat jalan raya, aku bisa menyimpulkan bahwa tinggi airnya semata kaki. Dengan terpaksa aku lepas sneakers ku. Kami juga menyisingkan celana panjang dan sejenak aku merasakan kalau ini gak ada apa-apanya dibanding apa yang terjadi di Jakarta barusan.

Saat kami mau menyebrang, kami beberapa kali melompat mundur kebelakang karena beberapa pengendara motor dan mobil yang EGOIS tidak memberi kami jalan, bahkan memelankan laju saja enggak sehingga meskipun kami  sudah melompat mundur, kami masih sedikit terciprat air karena momentum yang mereka ciptakan. Dalam hati aku mengumpat, walau yang keluar di mulutku sama Riri perpaduan teriakan kaget dan sedikit tawa.

Alhamdulillah, kami berhasil menyebrang, sambil melihat senyum penuh syukur terukir di wajah Gaby dan Ihda. Dalam gerakan slow motion, yang berputar di kepalaku adalah lagu Hero dari Mariah Carey  ....

And then a (two) hero(es) comes along
With the strength
(umbrellas) to carry on
And you cast your fears aside
And you know you can survive
(cross the street)
So when you feel like hope is gone
Look inside you and be strong
And you'll finally see the truth
That a hero lies in you


*dengan sedikit perubahan, mencocokkan dengan keadaan


Aku langsung mayungi Gaby, sedangkan Riri mayungi Ihda. Kami sama-sama tertawa histeris, entah kenapa.

Setelah sampai, satpam tadi menggoda "Loh, akhirnya dicopot sepatunya. Aku bilang apa. Sepatunya sudah basah baru dicopot."

Aku cuma tersenyum kecut.

Aku menyerahkan payungku ke Gaby, karena aku ingin mengeringkan sepatuku di kelas. Akhirnya tinggal Gaby dan Riri yang menerobos hujan lagi menjemput Grace sama Kadek.

Cerita ini berakhir dengan Ihda yang pusing dan Sasha yang harus menguras ingus setelah pulang les.

Gros bisous xx


Friday, January 25, 2013

Book Review #2 : Beautiful Creatures




Title: Beautiful Creatures ( Caster Chronicles #1)
Author: Kami Garcia & Margaret Stohl
ISBN: 0316231657 (ISBN13: 9780316231657)
Edition Language: English
Pages: 592 pages
Genre: YA, Dark Fantasy
I got it from: Periplus
Price: IDR 85.000 













There were no surprises in Gatlin County
.
We were pretty much the epicenter of the middle of nowhere.
At least, that's what I thought. 
Turns out, I couldn't have been more wrong.
There was a curse.
There was a girl.
And in the end, there was a grave.

Lena Duchannes is unlike anyone the small Southern town of Gatlin has ever seen, and she's struggling to conceal her power and a curse that has haunted her family for generations. But even within the overgrown gardens, murky swamps and crumbling graveyards of the forgotten South, a secret cannot stay hidden forever.

Ethan Wate, who has been counting the months until he can escape from Gatlin, is haunted by dreams of a beautiful girl he has never met. When Lena moves into the town's oldest and most infamous plantation, Ethan is inexplicably drawn to her and determined to uncover the connection between them.

In a town with no surprises, one secret could change everything.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

I saw this book on Periplus with the 'Major Motion Pictures' printed as the new cover. I thought this book was good since they made it into a movie.

This book is just like typical romantic fantasy books I've read. A girl who was cursed and an ordinary boy who was destined to have a rare power to save the girl and they fell in love during the journey to break the spell that cursed the girl's family. For me, It's easy to guess where the story will go, just like Ethan Wate, the main guy character, guessing the murder from a thriller movie after 10 minutes watching.

Well, I might say I won't buy the next sequels unless I have nothing to read to accomplish my reading challenge.

Trivia: This book won William C. Morris YA Debut Award Nominee (2010), Goodreads Choice Award Nominee for Young Adult Fiction (2009), ALA Teens' Top Ten (2010) 

I give this book: ★★ (2/5 stars)

Quotes:

"A little known fact about me: I read all the time"  


"Get the hell away from my boyfriend, witch"
"The best way to find out if you can trust somebody is to trust them"