H-1, semuanya sudah excited dan tidak sabar untuk liburan. Semua saling mengingatkan "Besok datang jam 6 pagi. Telat, tinggal!" Eh ternyata bis nya baru berangkat jam 8 -_- tau gitu berangkat dari rumah jam 7, karena jarak antar sekolah dan rumahku sangat dekat (iya, kami berkumpul di sekolah dulu).
Di bis, sempat ketiduran, sehingga perjalanan Surabaya - Batu selama kurang lebih 3.5 jam gak kerasa. Pertama kita harus menunggu selama 20 menit dulu di dekat alun-alun, agar bisa bertemu dengan orang yang akan menunjukkan daerah villa yang akan kami tempati. Sesampainya, kita masih harus nunggu villa untuk dibersihkan terlebih dahulu. Sambil menunggu, kita ramai-ramai memesan bakso yang memang pas untuk udara sedingin Batu. Hanya saja, karena kami dasarnya anak IPS semua, kami merasa baksonya kelewat mahal dibandingkan dengan bakso yang dijual di Surabaya. Menurut prinsip ekonomi, karena tidak ada pesaing alias penjual makanan hangat di situ selain bakso si bapak ini, wajarlah harganya dipatok tinggi --"
Setelah kita diperbolehkan masuk, kita langsung excited banget sama kondisi villa nya. Bener-bener modern, besar (karena kami berangkat ber 35 orang) dan homey banget. Segala fasilitas yang tersedia lengkap untuk membuat kami betah berlama-lama di sana (kami sudah bosan sama theme park dan objek wisata lainnya di sana, jadi kami akan menghabiskan liburan dengan bersantai di villa). Setelah kami menaruh tas, kami bergantai pakaian santai. Awalnya beberapa anak laki-laki mencoba bermain tenis meja dan bilyar, sedangkan anak perempuan beramai-ramai mengambil foto sambil melaksanakan rencana jahat untuk mendorong Ilmi , yang mana merayakan ultahnya 2 hari sebelumnya, ke kolam renang. Rencana tersebut memang berhasil, dan akhirnya memicu dorong-dorongan untuk menyeburkan teman lainnya ke kolam renang.
Karena aku pikir persediaan celana panjang yang terbatas, aku langsung mengasingkan diri dengan bermain jungkat-jungkit di taman sebelah kolam renang bersama Pocca. Menjelang sore, kami semua berkumpul di taman untuk memulai games. Games pertama adalah mengambil koin dengan mulut, satu kelompok ada 2 orang. Koinnya pun direndam dalam tepung. Rasa tepung yang lumer di mulut terasa aneh dan hambar -_- Lalu di games kedua yakni membentuk kelompok beranggotakan 5 orang berbaris memanjang ke belakang. Orang pertama harus menyalurkan satu atau dua genggam tepung ke orang di belakangnya, dan begitu seterusnya. Hanya saja, saat menyalurkan, badan dan kepala harus lurus ke depan. Kelompok yang bisa menyalurkan tepung lebih banyaklah pemenangnya.
![]() |
| Cho terlihat serius dan... bersih :| |
![]() |
![]() |
| Ini gueh. Cool abis. |
![]() |
| Imin sedang mencoba, bung |
![]() |
| The winner ~ |
Setelah berterpung-tepung ria, aku tetep setia sama yang namanya jungkat-jungkit
Sedangkan sebagian anak laki-lakinya, ada yang melanjutkan bermain tenis dan bilyar, ada juga yang berenang dan membuat gaya se epic mungkin seperti
![]() |
| Empat Serangkai |
![]() |
| Ney dan Yance, cihuy ~ |
| Bakar-bakar jagung :9 |
![]() |
| Makan jagung bakar sambil nonton film horor (itu gueh) |
Nah, foto yang di atas itu menggambarkan suasana kita lagi nonton film horor thailand yang aneh, membingungkan, dan gak jelas. Mana subtitle nya gak beres. Akhirnya kita beralih ke film In Their Skin, karena gak menarik pada awalnya, kami akhirnya ganti dengan menonton The Expendables. Karena Bila gak kuat dan ingin tidur, akhirnya aku menemani Bila tidur dengan nyenyak dan tentram di kamar ~
Ada apa dengan hari kedua? Mengapa semua anak merasakan hawa negatif di villa kedua? Peristiwa menegangkan apa yang terjadi di sana? Mengapa kolam renang umum untuk villa tersebut kotor? Apa yang menyebabkan Aurel Hermansyah putus sama si doi ? (oke ini jayus) . Nantikan ceritaku selanjutnya ya~
Gros Bisous xx
Gros Bisous xx










No comments:
Post a Comment